Pengertian Seni Kriya: Fungsi dan Contohnya

Seni kriya merupakan salah satu elemen yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita.

Tidak hanya memiliki unsur keindahan yang dapat dirasakan oleh indera penglihatan tapi juga produk dari seni dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

seni kriya

Banyak sekali jenis seni, mulai dari seni rupa murni, seni rupa terapan, seni kriya, seni musik dan masih banyak lagi jenis seni lainnya.

Namun kali ini kita akan membahas secara mendalam mengenai seni kriya, mulai dari pengertian seni kriya, sejarah, fungsi, jenis hingga beberapa contoh seni kriya.

Pengertian Seni Kriya

Apa itu seni kriya? Jika dilihat dari segi bahasa, seni kriya berasal darikata “Seni” dan kata “Kriya”. Sedangkan istilah “Kriya” sendiri diambil daribahasa Sansekerta yaitu dari kata “Krya” yang memiliki arti mengerjakan.

Seni sendiri memiliki arti sebuah karya yang dibuat oleh manusia yang memiliki nilai keindahan.

Jika digabungkan Seni Kriya memiliki arti sebuah karya yang dibuat oleh manusia yang memiliki nilai keindahan serta aspek fungsional.

Dengan kata lain Seni Kriya merupakan seni kerajian tangan yang tidak saja dapat dinikmati dari segi keindahannya saja tapi juga memiliki nilai fungsi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Seni kriya juga termasuk kedalam seni rupa terapan yang dalam pembuatannya lebih mengutamakan unsur kegunaan.

Sejarah Dan Perkembangan

Berbicara mengenai sejarah dan perkembangan nya,seni kriya ini sudah ada sejak manusia belum mengenal tulisan yakni zamanprasejarah.

Benda-benda yang ditemukan pada zaman batu muda atau Neolithikum menjadi bukti bahwa seni kriya sudah ada sejak masa itu.

Benda yang ditemukan pada masa prasejarah ini memiliki banyak fungsi, manfaat dan kegunaan yaitu sebagai alat untuk bertani, berburu dan juga sebagai wadah atau tempat.

Berbagai benda ini terbuat dari bahan sepertibatu, logam dan tanah liat dengan pengerjaan yang sederhana namun tetapmengedepankan nilai guna.

Meskipun begitu, pada masa prasejarah mereka sudah mengerti akan seni. Terlihat dari benda yang ada pada masa itu, tidak hanya mengedepankan nilai fungsional tapi juga memiliki niali estetika.

Contohnya tembikar yang ditemukan pada masa itu yang banyak symbol-simbol spiritual yang dipercaya pada masa itu.

Tradisional Klasik

Perkembanganseni kriya pada masa tradisional klasik (kerajaan Hindu Budha) ini memiliki kaidahseni dan pedoman yang dibakukan oleh seniman atau empu pada masa itu.

Pembuatankarya seni kriya atau kerajinan tangan menggunakan teknik yang berdasarkanfalsafah, pemikiran dan pandangan hidup agama Hindu, Budha dan Islam.

Bisa dilihat dari benda-benda atau hasil karya seni kriya pada masa itu yag kental dengan agama (Hindu, Budha dan Islam) seperti Wayang Kulit, Keris, Kerajinan topeng, Ukiran kayu, Pandai perak dan emas dan masih banyak lagi.

Tradisional Rakyat (Daerah)

Berbedadengan perkembangan seni kriya klasik, seni kriya tradisional rakyat lebihmengedepankan ciri khas dari sebuah daerah tersebut.

Sehinggadalam teknik pembuatan kerajinan tangan nya pun ditentukan oleh bahan dan alatyang terdapat pada lingkungan dan tempat tinggal tersebut.

Hasilkarya seni kriya tradisional memiliki nilai etnik yaitu berupa corak keseniantradisional yang menggambarkan watak dan adab kehidupan masyarakat serta lingkunganalamnya.

Contoh karya seni kriya tradisional:

  • Gerabah
  • Anyaman
  • Topeng
  • Kerajinan logam

Indonesia Baru

Pada masa zaman kolonial, nilai yang terkandung dalam seni kriya tadisional mulai terkikis dan luntur.

Hal ini disebabkan karena pada masa ini masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan dan menciptakan nilai rasional serta kehidupan jasmaniah.

Dari segi pembuatannya pun, seni kriya paIndonesia baru ini menggunakan bahan-bahan industry.

Namun ada juga yang menggabungkan antara seni kriya tradisional dan seni kriya Indonesia Baru (modern).

Di era modern ini hasil karya seni kriya tidak hanya digunakan sebagai alat yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari tapi juga digunakan sebagai hiasan atau dekorasi hingga mainan.

Pada masa ini berbagai hasil seni melalui proses komersialisasi.

Fungsi Seni Kriya

Dari segi fungsinya, seni kriya memiliki tiga fungsi utama diantaranya yaitu sebagai berikut:

Sebagai Hiasan / Dekorasi

Fungsi seni kriya yang pertama yaitu sebagai hiasan atau dekorasi.

Seni Kriya Sebagai Hiasan

Hasil karya seni kriya ada fungsi ini lebih mengutamakan unsure keindahan dalam pembuatannya sehingga menghasilkan karya seni yang estetik.

Contoh seni kriya yang memiliki fungsi hiasan yaitu:

  • Lukisan
  • Hiasan dinding
  • Patung
  • Seni ukir
  • Tembikar

Sebagai Benda Pakai (Terapan)

Fungsi seni kriya selanjutnya yaitu sebagai benda pakai. Itu sebabnya senikriya termasuk ke dalam seni rupa terapan karena tidak hanya memperhatikannilai keindahan tapi lebih mengedepankan nilai kegunaan.

Contoh seni kriya yang memiliki fungsi sebagai benda pakai yaitu:

  • Kursi
  • Meja
  • Lemari
  • Pakaian
  • Keramik dan
  • Alat musik
  • Peralatan rumah tangga lain

Baca juga: Teori Seni musik: Nada dan Irama.

Mainan

Selain memiliki fungsi sebagai hiasan dan benda pakai, fungsi seni kriya berikutnya yaitu sebagai mainan.

Dalam pengerjaannya biasanya dibuat secara sederhana serta bahan yang digunakan pun relatif lebih murah.

Contoh seni kriya yang memiliki fungsi sebagai mainan yaitu:

  • Boneka
  • Congklak
  • Kipas kertas dan masih banyak lagi

Konsep Karya Seni Rupa Terapan

Pada zaman batu atau Neolhitikum kebudayaan yang terbentuk masih sederhana.

Tingkat kecerdasan, pengetahuan serta perasaan menjadi hal yang sangat berkaitan dengan hal tersebut dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi pada masa itu.

Mereka membuat berbagai macam alat dengan bahan yang didapatkan dari lingkungan sekitar.

Alat tersebut seperti kapak genggam, alat untuk bertani, alat untuk berburu (terbuat dari tulang dan tanduk binatang). Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk menunjang kehidupan mereka.

Unsur Seni Kriya

Dalam mebuat karya seni kriya seperti yang telah disebutkan sebelumnya tidak hanya mementingkan aspek keindahan tapi juga mengutamakan fungsi kegunaannya.

Untuk itu dalam membuat seni kriya harus terpenuhi beberapa unsur sebagai berikut:

Aspek Kegunaan

Pada unsur utility atau aspek kegunaan, terdapat tiga poin penting yang harus diperhatikan yaitu:

Security (Keamanan)

Dalam membuat karya seni kriya harus memperhatikan aspek keamanan. Sebagai produsen hal ini tentunya wajib diperhatikan sebagai jaminan agar orang yang menggunakan barang-barang yang kita buat atau produksi merasa aman.

Comfortable

Membuat karya seni kriya bukan hanya sekedar dapat digunakan tapi juga harus nyaman dan enak ketika digunakan. Barang dapat disebut barang terap ketika memberikan kenyamanan saat digunakan.

Flexibility

Hasil karya seni kriya harus memiliki keluwesan atau mudah digunakan. Sehingga para pengguna tidak merasa kesulitan saat menggunakan barang terapan tersebut.

Estetika

Sebuah barang pakai tentu tidak hanya mementingkan nilai gunanya tapi juga harus memperhatikan segi keindahannya.

Seseorang akan merasa puas ketika barang yang digunakan, dipakai ataupun dipajang terlihat indah. Karya seni yang estetik tentu juga akan memiliki daya tarik yang lebih tinggi.

Jenis Seni Kriya

Seni kriya memiliki banyak jenis, hal ini dapat dibedakan berdasarkan cara pembuatannya, jenis bahan yang digunakannya serta dimensinya. Agar lebih paham mari kita bahas satu per satu jenis seni kriya beserta contohnya.

Berdasarkan Cara Pembuatannya

Setiap karya seni rupa tentu memiliki cara pembuatan yang berbeda tergantung barang yang akan dibuat. Bahan yang digunakan pun mempengaruhi proses pembuatan.

Berdasarkan cara pembuatannya, seni kriya dibagi menjadi 6 yaitu sebagai berikut:

Pahat/Ukir

Jenis seni kriya yang pertama berdasarkan cara membuatnya yaitu seni kriya pahat atau ukir.

Seni kriya yang cara membuatnya dengan dipahat atau diukir biasanya menggunakan media atau bahan yang memiliki tekstur yang keras seperti misalnya kayu, batu, logam hingga berbagai tulang dan kuit hewan.

Dalam proses pahat atau ukir tentunya menggunakan berbagaimacam alat yang disesuaikan dengan bahan yangaakan dipahat seperti kayu ataubatu.

Beberapa alat yang digunakan dalam proses memahat atau mengukir yaitu seperti Pahat Lengkung/Penguku, Pahat Lurus/Penyilat, Pahat Col,Pahat V/Coret/Sisir, Pahat Pengot, Palu Kayu/Ganden, Sikat Ijuk, meja dan kursi kerja,Bor mesin, mesin scroll saw dan jig saw.

Bali adalah salah satu daerah di Indonesia dengan seniman pemahat dan pengukir yang cukup banyak. Bisa dilihat dari beberapa dekorasi bangunan yang ada disana dominan menggunakan ukiran dan pahatan serta patung-patung.

Contoh hasil seni kriya pahat/ukir:

  • Patung
  • Ukiran kayu
  • Topeng kayu dan lain-lain.

Batik

Batik merupakan salah satu kain khas Indonesia.Setiap daerah di Indonesia memiliki corak khas dari daerahnya masing-masing.

Dalam pembuatannya, seni kriya batik memiliki tiga teknik yaitu teknik cap, tulis dan lukis.

kain batik

Batik yang dibuat dengan menggunakan teknik cap biasanya cenderung lebih murah karena pembuatannya pun lebih mudah.

Berbeda dengan batik yang dibuat dengan cara tulis dan lukis biasanya memiliki harga yang cukup tinggi karena proses pembuatannya cukup rumit dan harus teliti.

Proses pembuatan batik tulis yaitu menggunakan malam dengan alat yang bernama canting serta melalui tahap pewarnaan. Untuk menghilangkan bekas malamnya sendiri biasanya disebut dengan proses nglorod.

Untuk alat-alat nya sendiri yang digunakan dalam proses membantik yaitu diantaranya:

  • kain polos
  • Malam
  • Pewarna kain
  • Canting
  • Kuas

Tenun

Selain kain batik, Indonesia juga terkenal akan kain tenunnya bahkan menjadi salah satu negarayang menghasilkan kain tenun terbesar.

Terdapat dua jenis kain tenun yang ada di Indonesai yaitu sebagai berikut:

Tenun Songket

Jenis kain tenun songket merupakan kain tradisional rumpun melayu yang ada di Indonesia.

Cara pembuatan kain tenun yaitu ditenun menggunakan tangan dengan bahan benang emas dan perak.

Beberapa daerah di Indonesia yang menghasilkan tenun songket:

  • Aceh
  • Riau
  • Lombok
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Utara
  • Maluku
  • Nusa Tenggara
Tenun Ikat

Kain tenun ikat dibuat dengan alat tenun tradisional dengan bahan yaitu benang lungsin atau benang pakan.

Sebelum ditenun, benang yang hendak digunakan ini diikat dan diberikan pewarna terlebih dahulu.

Daerah yang menghasilkan kain tenun ikat:

  • Bali
  • Toraja
  • Flores
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Barat

Anyaman

Dalam pembuatan seni kriya anyaman, bahan-bahan yang digunakan dibuat dengan cara tindih menindih, lipat melipat ataupun silang menyilang disesuaikan dengan pola yang akan dibuat.

Bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan seni kriya anyaman adalah kertas, eceng gondok, rotan, bambu, lontar, pandan, plastik dan tali.

Beberapa daerah di Indonesia yang menjadi pusat anyaman:

  • Bali
  • Tasikmalaya
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Papua

Contoh seni kriya anyaman:

  • Tikar
  • Tudung saji
  • Topi anyam
  • Kukusan
  • Tampah

Bordir

Bordir atau sulaman merupakan sebuah kegiatan membentuk pola pada media seperti kain atau pakaian, tas dan barang lainnya yang bertujuan sebagai hiasan.

Pola yang dibuat dalam bordir atau sulaman tentu beraneka ragam seperti bentuk bunga, burung, hingga sebuah nama ataupun logo.

Dari segi pembuatannya, bordir biasanya menggunakan mesin dengan bahan benang. Mesin tersebut akan membentuk sebuah pola sesuai desain yang sudah disiapkan.

Selain menggunakan mesin, bordir atau sulam juga bisa dibuat secara manual menggunakan tangan tentunya bagi mereka yang sudah mahir dan belajar mengenai teknik sulam terlebih dahulu.

Selain benang, biasanya digunakan pernak-pernik seperti logam, payet, manik-manik, mutiara untuk hasil yang lebih bagus.

Cor (Cetak Tuang)

Salah satu jenis seni kriya menurut cara pembuatannya yaitu seni kriya cor (cetak tuang). Teknik cor ini mulai ada semenjak kebudayaan perunggu masuk ke Indonesia.

Perunggu ini diolah menjadi seni kriya dengan menggunakan teknik cor atau cetak tuang.

Contoh seni kriya yang cara membuatnya dengan teknik cor yaitu perhiasan, kapak, keris, perunggu dan masih banyak lagi.

Teknik cor atau cetak tuang ini dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:

Teknik Tuang Sekali Pakai

Jika kamu ingin membuat benda yang terbuat dari perunggu dengan detail yang lebih rumit baik dari segi bentuk ataupun hiasannya, kamu bisa menggunakan teknik sekali tuang.

Pada teknik ini cara yang dilakukan yaitu dengan membuat model atau desain benda yang akan dibuat dengan tanah liat.

Setelah membuat model menggunakan tanah liat, lapisi tanah liat tersebut dengan lilin dan tutup lagi dengan menggunakan tanah liat.

Bakar tanah liat tersebut hingga lilin tersebut habis dan membentuk sebuah rongga.

Rongga yang terbentuk tersebut lalu diisi dengan perunggu di dalamnya. Setelah dingin pecahkan tanah liat tersebut sehingga mendapatkan benda yang terbuat dari perunggu sesuai dengan pola.

Contoh benda kriya dari teknik ini yaitu teko, keris dan lain-lain.

Teknik Tuang Berulang / Bivalve

Bivalve terdiri ari kata “bi” dan “valve” dimana “bi”memiliki arti dua sedangkan “valve” memiliki arti kepingan.

Sehingga pada teknik bivalve ini proses menuangakan dilakukan berulang kali serta menggunakan dua keeping cetakan dari batu.

Apabila memang masih dibutuhkan, proses penuanganakan terus diulang dan cetakan tersebut tetap dipakai berulang kali.

Teknik ini biasanya digunakan untuk mencetak beragam benda yang sederhana baik itu dari segi bentuk atau hiasannya.

Berdasarkan Bahan Yang Digunakan

Berdasarkan bahan yang digunakannya, jenis seni kriya dibagi menjadi enam yaitu sebagai berikut:

Kayu

Kayu merupakan salah satu bahan yang sering digunakan sebagai kerajinan tangan atau seni kriya.

Beberapa contoh hasil karya seni kriya yang menggunakan bahan kayu:

  • Ukiran
  • Topeng
  • Furnitur
  • Peralatan dapur

Tekstil

Jenis seni kriya berikutnya berdasarkan bahan yang digunakan yaitu seni kriya tekstil.

Tekstil disini yaitu berbagai jenis kain dengan berbagai jenis teknik pembuatan baik itu dipres, ditenun, diikat dan lainnya.

Beberapa contoh seni riya tekstil yaitu kain batik, kain tenun.

Keramik

Jenis seni kriya keramik merupakan salah satu jenis seni kriya yang menggunakan bahan tanah liat yang dibakar dalam proses pembuatannya.

Teknik yang digunakan dalam membuat seni kriya keramik yaitu lempeng/sleb, cor/cetak tuang, putar/throwing, pilin/pinching.

Beberapa daerah di Indonesia yang banyak memproduksi seni kriya kramik yaitu diataranya Bandung, Bnjarnegara, Cirebon, Jepara, Malang, Purwerejo, Sulawesi Selatan dan Yogyakarta.

Contoh seni kriya keramik:

  • Guci
  • Vas Bunga
  • Teko
  • Asbak

Logam

Logam merupakan salah satu jenis bahan yang bisa diolah menjadi seni kriya.

Itu sebabnya terdapat salah satu jenis seni kriya logam karena bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya ini terbuat dari olahan logam.

Pembuatan dalam seni kriya logam ini menggunakan salah satu jenis teknik cor yakni teknik bivalve atau teknik tuang berulang dan cetak lilin.

Contoh seni kriya logam:

  • Cincin
  • Gelang
  • Kalung

Kulit

Berbagai kerajinan tangan yang terbuat dari bahan kulit merupakan jenis seni kriya kulit.

Berbagai jenis kulit hewan yang biasa digunakan untuk seni kriya ini yaitu kulit buaya, kambing, kerbau, sapid an ular.

Pembuatan seni kriya dengan menggunakan bahan kulit hewan ini memerlukan waktu yang cukup lama karena proses pengolahannya cukup panjang.

Cara membuat seni kriya kulit yaitu sebagai berikut:

  • Memisahkan kulit dari daging hewan
  • Cuci kulit dengan menggunakan cairan khusus
  • Bersihkan kulit hewan
  • Rendam kulit hewan menggunakan zat kimia
  • Beri pewarna pada kulit yang sudah direndam
  • Rentangkan kulit hewan untuk menghindari terjadinya kerutan
  • Keringkan dan haluskan kulit
  • Potong kulit sesuai dengan pola benda yang akan dibuat

Contoh seni kriya kulit yaitu sebagai berikut:

  • Tas
  • Sepatu
  • Dompet
  • Wayang Kulit
  • Rebana dan bedug

Batu

Batu bisa diolah menjadi hiasan pada benda-benda yang bisa dipakai. Berbagai kerajinan tangan yang dibuat menggunakan bahan batu merupakan jenis seni kriya batu.

Salah satu contoh seni kriya batu yaitu berbagai hiasan ataudekorasi rumah yang terbuat dari batu di daerah Sukami dan Sukaraja.

Contoh lain benda yang merupakan seni kriya batu yaitu

  • Patung
  • Batu permata
  • Batu akik
  • Fosil
  • Jesper dan lain-lain.

Jenis Seni Kriya Berdasarkan Dimensinya

Berdasarkan dimensinya, jenis seni kriya dibagi menjadi dua yaitu seni kriya dua dimensi dan seni kriya tiga dimensi.

Seni Kriya Dua Dimensi

Seni kriya dua dimensi adalah seni kriya yang hanya dapat dilihat dari satu sudut saja.

Biasanya benda-benda seni kriya dua dimensi ini hanya memiliki panjang dan lebar, tidak memiliki ruang atau volume.

Contoh seni kriya dua dimensi:

  • Lukisan
  • Berbagai jenis kain (kain tenun dan kain batik)
  • Bordir, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seni Kriya Tiga Dimensi

Benda kerajinan tangan yang memiliki volume termasuk ke dalam seni kriya tiga dimensi.

Jika dua dimensi hanya bisa dilihat dari satu sudut, tiga dimensi dapat dilihat dari berbagai sudut karena memiliki volume.

Contoh seni kriya tiga dimensi:

  • Furnitur (kursi, meja, lemari, dll)
  • Tas
  • Sepatu
  • Patung
  • Guci
  • Vas bunga dll.