Seni Teater 1.0: Memahami Pengertian dan Unsur Hingga Sejarah serta Jenisnya

Kalian tentu pernah bahkan sering melihat pertunjukkan seni teater. Tidak hanya menghibur tapi ada makna yang bisa diambil dari kisah yang diceritakan.

Nah, berbicara mengenai pementasan drama, apakah drama termasuk ke dalamnya? Lalu apa itu seni teater? Apa perbedaan seni teater dan drama?

Sebelumnya kita telah membahas lengkap mengenai seni kriya atau kerajinan tangan. Kali ini kita akan sama-sama mengupas tuntas mengenai seni teater.

seni teater

Pengertian Seni Teater

Dilihat dari sejarahnya, kata “Teater” diambil dari bahasa Inggris yaitu Theater atau Theatre.

Dalam bahasa Yunani yaitu theatron (θέατρον) serta dalam bahasa Perancis yakni theater yang sama-sama memiliki arti tempat atau gedung pertunjukan.

Secara istilah kata “teater” memiliki arti segala sesuatu yang ditampilkan di atas pentas untuk dinikmati oleh penonton.

Pengertian seni teater secara sempit yaitu sebuah adegan atau drama yang menceritakan perjalanan hidup seseorang dipertunjukkan kepada khalayak umum berdasarkan naskah.

Secara luas pengertian teater yaitu segala hal yang dipentaskan di depan banyak penonton. Contohnya

  • Ketopak
  • Wayang
  • Sintren
  • Dagelan
  • Akrobat

Dari istilah kata teater di atas, pengertian Seni Teater adalah salah satu jenis kesenian berupa pertunjukan adegan atau drama. Menampilkan perilaku manusia seperti:

  • Gerak
  • Dialog
  • Acting
  • Tarian
  • Nyanyian

Yang dipentaskan di atas panggung di depan banyak orang atau penonton.

Berikut ini pengertian Teater dan Drama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Teater adalah:

  • Gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara, dan sebagainya
  • Pementasan drama sebagai suatu seni atau profesi; seni drama; sandiwara; drama
  • Ruangan besar dengan deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau untuk peragaan ilmiah

Pengertian Drama Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

  • Cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater
  • Komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan
  • Kejadian yang menyedihkan

Pengertian Teater dan Drama Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian teater dan drama menurut para ahli yaitu:

  1. Kisah yang diceritakan lewat kata-kata dan gerakan – Anne Civardi
  2. Kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan gerakan – Balthazar Vallhagen
  3. Genre sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada – Budianta
  4. Sebuah kehendak yang dilakukan dengan aksi atau gerak – Ferdinand Brunetierre
  5. Kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk gerakan – Moulton
  6. Bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yakni seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi dua, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan – Seni Handayani dan Wildan

Perbedaan Teater dan Drama

Teater dan drama merupakan dua hal yang saling berkaitan. Meskipun begitu keduanya memiliki arti yang berbeda.

Teater memiliki arti pertunjukan sedangkan Drama yaitu naskah yang ditampilkan ke dalam sebuah adegan.

Sejarah Seni Teater

Dilihat darisejarahnya, perkembangan seni teater sudah ada sejak 2500 tahun yang lalu.Setiap Negara memiliki sejarah seni teater masing-masing.

Berikut ini beberapa seni teater dari berbagai Negara yang terkenal di dunia yaitu sebagai berikut:

  • Roma
  • Yunani
  • Eropa Barat
  • Zaman Renaissance
  • English-Elizabethan
  • Periode Emas Spanyol
  • Prancis Gaya Baroque
  • Afrika
  • Asia
  • Islam Timur Tengah

Sejarah Seni Teater di Indonesia

Seni teater di Indonesia sudah ada sejak zaman dulu saat manusia sudha saling berinteraksi. Seni teater dahulu dikaitkan dengan upacara adat serta hal yang berbau gaib (animisme dan dinamisme).

sejarah teater indonesia

Ritual menyembah leluhur atau nenek moyang serta upacara adat sebagai bentuk syukur terhadap Tuhan atas hasil perburuan merupakan contoh bentuk seni teater pada masa dulu.

Dan setiap daerah biasanya memiliki seni teater tradisional masing-masing.

Selain sejarah seni teater di atas, berikut ini teori asal mula munculnya seni teater:

Upacara Agama Primitif

Seni teater muncul salah satunya dari upacara agama primitif. Seiring berjalannya waktu, upacara agama ini ditambahkan dengan unsur cerita sehingga berkembang menjadi seni teater yang hingga kini masih terus berlanjut.

Nyanyian Penghormatan Pahlawan di Kuburannya

Dalam ritual yang satu ini biasanya sebagian orang bernyanyi dengan menceritakan riwayat dari seorang pahlawan kemudian berkembang dengan beberapa adegan sehingga menjadi seni teater

Hobi Manusia Yang Senang Mendengar Cerita

Asal mula seni teater berikutnya yaitu berasal dari kegemaran manusia yang begitu senang saat mendengarkan cerita kemudian berkembang menjadi seni pertunjukan.

Unsur-unsur Seni Teater

Terdapat dua unsur seni teater yaitu unsur internal dan unsur eksternal. Untuk lebih jelasnya akan kami jelaskan satu persatu.

pengertian drama

Unsur Internal Seni Teater

Yang dimaksud dengan unsur seni internal yaitu unsur yang ada didalam sebuah pertunjukan dan menyangkut keberlangsungan pertunjukan tersebut.

Unsur internal ini merupakan bagian terpenting dalam sebuah pementasan drama atau teater. Tanpa atau kurang salah satu dari unsur internal ini, pertunjukan seni taeter tidak akan berjalan.

Berikut ini beberapa unsur internal dalam seni teater:

1. Naskah atau Skenario

Sebuah file yang berisi kisah atau cerita, percakapan atau dialog lengkap dengan nama para tokoh dalam cerita tersebut.

2. Tokoh/Pemeran/Pemain

Orang yang memerankan atau memainkan tokoh dalam sebuah cerita/film/pertunjukan. Tokoh atau pemeran dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

  • Pemeran/Tokoh Utama yaitu mereka yang menjadi pusat perhatian utama atau tokoh utama dalam cerita tersebut
  • Peran pembantu yaitu mereka yang ikut terlibat dalam cerita namun bukan menjadi perhatian utama
  • Figuran atau Peran Tambahan yaitu mereka yang menjadi pelengkap untuk memperkuat gambar suasana dalam cerita.

3. Sutradara

Orang yang mengatur hal teknik dalam pembuatan film atau pementasan drama/teater.

4. Properti

Berbagai peralatan yang digunakan dalam pementasan drama/teater atau pun sebuah film. Contoh: Rumah, kursi, lemari, mobil dll.

5. Penataan

Berbagai kegiatan yang dapat mendukung dan menyempurnakan penampilan yang disuguhkan dalam sebuah pementasan atau pertunjukan seni teater.

Penataan ini dibagi menjadi beberapa kegiatan yaitu sebagai berikut:

Tata Rias

Merias atau makeup para tokoh atau pemain dalam pertunjukan tersebut. Dengan riasan yang digunakan menjadikan para pemeran seperti tokoh yang ada dalam cerita.

Orang yang masih muda dapat memerankan tokoh orang tua dengan bantuan tata rias baik makeup wajah maupun rambut yang diberi warna putih.

Tata Busana

Penataan busana atau pakaian yang dikenakan oleh para pemain sesuai dengan cerita.

Misalnya menceritakan zaman penjajahan tentu pakaian yang digunakan pun menyesuaikan dengan pakaian pada masa itu.

Tata Lampu

Bagian Lighting mengatur penataan cahaya yang digunakan pada panggung atau latar pertunjukan.

Tata Suara

Pengaturan suara agar terdengar jelas. Tidak hanya pengaturan suara pemain tapi juga suara musik atau nyanyian atau suara lainnya yang mendukung pementasan.

Baca juga: Seni Musik.

Unsur Eksternal Seni Teater

Jika unsur internal merupakan apa yang ada dan digunakan pada pementasan teater.

Unsur eksternal sendiri lebih kepada segala sesuatu di luar pementasan namun lebih kepada berfungsi untuk mengatur berjalannya penampilan.

Apa saja yang termasuk unsur eksternal seni teater? Berikut ini beberapa unsur eksternal seni teater:

1. Staf Produksi

Merupakan sebuah tim yang terdiri dari beberapa orang di dalamnya dengan satu pemimpin produksi yang bertanggungjawab dalam hal pembuatan atau penyelenggaraan teater.

Orang-orang yang termasuk staf produksi diantaranya yaitu Produser/Pimpinan produksi yaitu orang yang bertugas untuk mengurus produksi secara keseluruha; menetapkan petugas serta program kerjanya, fasilitas hingga anggaran biaya; Mengkoordinasi pelaksanaan pementasan.

2. Sutradara/Direktor

Yaitu orang yang bertugas untuk memilih, membawa dan mengarahkan naskah; Memilih dan melatih aktor atau pemain; Mengkoordinasi pelaksanaan pementasan; Menyiapkan tata rias, lighting serta properti.

3. Stage manager

Yaitu orang yang bertugas sebagai pemimpin serta bertanggung jawab mengenai panggung.

4. Asisten Sutradara

Yaitu orang yang bertugas untuk membantu pekerjaan sutradara.

5. Desainer

Yaitu orang yang bertanggung jawab menyiapkan semua aspek visual mulai dari setting latar dan suasana pementasan, lighting atau pencahayaan panggung, tata busana, properti yang digunakan dan perlengkapan lainnya.

Baca juga: Seni Ilustrasi.

6. Crew

Yaitu pemegang divisi pada tiap sub yang dipegang oleh bagian desainer. Setiap crew mendapatkan tugas yang ditentukan oleh desainer.

Jenis-jenis Seni Teater

Seni teater beragam sekali jenisnya. Untuk lebih jelasnya akan kami ulas satu persatu.

Berdasarkan Jenisnya

Berdasarkan jenisnya, seni teater dibagi menjadi dua yaitu teater tradisional dan teater modern atau non-tradisional. Untuk lebih jelasnya akan kami bahas lebih mendalam satu persatu.

Teater Tradisional

Merupakan seni teater yang berasal dari daerah Indonesia dan tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Itu sebabnya disebut dengan teater tradisional atau teater daerah.

Teater Tradisional

Lakon atau adegan yang dipentaskan biasanya bercerita tentang budaya setempat dengan cara penyampaiannya dilakukan secara improvisasi atau tanpa naskah.

Teater Tradisional biasanya memiliki ciri-ciri yaitu sebagai berikut:

  • Pementasan dilakukan di tempat yang terbuka seperti lapangan bahkan halaman rumah
  • Pementasan cenderung lebih sederhana
  • Cerita dibawakan secara turun temurun

Contoh pertunjukan seni teater tradisional yaitu sebagai berikut:

  1. Angklung Badut
  2. Banjet
  3. Dagelan
  4. Kethek Ogleg
  5. Ketoprak
  6. Lenong
  7. Ludruk
  8. Ogel
  9. Reog Ponorogo
  10. Scandul
  11. Topeng Blantik
  12. Wayang Golek
  13. Topeng Cirebon
  14. Wayang Kulit
  15. Wayang Suket

Teater Modern

Jenis teater yang satu ini biasa disebut juga teater non-tradisional yakni pertunjukan dimana adegan pada pementasannya berdasarkan naskah yang sudah dibuat sebelumnya.

Tidak hanya itu, berbagai naskah dan adegannya bisa juga diambil dari kehidupan sehari-hari hingga dari sebuah karya sastra.

Sumber ilmu seni teater modern biasanya diambil dari negara barat. Berikut ini beberapa ciri laindari teater modern:

  • Panggung dipersiapkan secara matang dan tertata secara baik
  • Setiap jalan cerita ada pengaturannya
  • Pementasan dilakukan di tempat atau ruang tertutup

Contoh Teater Modern yaitu sebagai berikut:

  • Drama
  • Film
  • Sinetron
  • Teater

Berdasarkan Cara Penyampaiannya

Menurut penyampaiannya, seni teater dibagi menjadi dua yaitu teater menggunakan naskah dan teater improvisasi (tanpa naskah).

Teater Menggunakan Naskah

Dalam pementasan nya berbagai adegan dan percakapan pada jenis teater ini sudah diatur.

Sehingga adegan dan percakapan para pemainnya tidak bisa asal atau spontan melainkan mengikuti alur naskah yang sudah dibuat sebelumnya. Contohnya yaitu film atau sinetron.

Teater Improvisasi

Jenis seni teater dimana dalam pementasannya tidak menggunakan naskah sebagai pengaturan percakapan dalam setiap adegannya.

Berdasarkan Bentuk Pertunjukan

Menurut bentuk pertunjukannya, seni teater dibagi menjadi lima jenis yaitu sebagai berikut:

Teater Tutur

Dimana dalam pertunjukannya hanya ada seseorang menampilkan sebuah cerita (bertutur) secara tunggal atau monolog. Contoh pertunjukan seni teater tutur yaitu seperti dongeng, membaca puisi, deklamasi dan stand up comedy.

Teater Gerak

Adalah jenis teater dimana dialognya disampaikan melalui gerakan. Sehingga pada pementasan nya tidak ada suara dan cenderung sunyi.

Pesan dari cerita terlihat dari mimik wajah serta gerakan tubuh para pemain.

Contoh teater gerak baik modern maupun yang berasal dari daerah atau lokal yaitu sebagai berikut:

  • Pantomin/tablo
  • Tari kecak
  • Randai
  • Wayang Orang

Teater Boneka

Dimana para pemainnya diperankan oleh boneka bukan manusia. Boneka ini melakukan berbagai adegan dengan dalang dan pengisi suara dibaliknya untuk menyampaikan pesan cerita.

Contoh teater boneka yaitu sebagai berikut:

  • Wayang golek
  • Wayang kulit
  • Cemen
  • Wayang potehi
  • Wayang Suket

Teater Dramatik

Menggunakan naskah sebagai pengatur adegan untuk menyampaikan ceritanya. Contoh teater dramatik adalah drama Romeo dan Juliet, drama Kwek-kwek.

Drama Musikal

Menggabungkan berbagai unsur mulai dari cerita, gerak, musik, adegan yang dinyanyikan dalam suatu pementasan.

Contoh seni teater drama musikal yaitu sebagai berikut:

  • Kabaret
  • Operet
  • Ande-Ande Lumut
  • Bawang Merah Bawang Putih
  • Ketoprak
  • Kubruk
  • Laskar Pelangi
  • Langendrian
  • Ludruk
  • Si Pitung
  • Saban nan Aulih

Teatrikalisasi Puisi

Menggunakan karya seni puisi sebagai naskah yang mengatur berbagai adegan dalam pementasan tersebut.

Dalam pertunjukan teatrikalisasi puisi, para pemain harus pandai dan cerdas dalam mendeskripsikan setiap kalimat dari sebuah puisi kedalam pertunjukan teater.

Agar penonton menjadi lebih puas atas pementasan yang kita suguhkan, tentu saja puisi yang dijadikan naskah harus bagus dan tidak biasa.

Fungsi Seni Teater

Tidak hanya sebagai sarana menyalurkan ekspresi dalam diri ataupun sebagai media hiburan semata.

Masih banyak lagi fungsi seni teater yaitu sebagai berikut:

Sarana Upacara

Salah satu fungsi dari seni teater yaitu sebagai sarana upacara. Hal ini dapat dilihat dari awal mula adanya teater di masa lampau.

Pada saat itu diselenggarakan sebagai bentuk upacara penyembahan oleh bangsa Yunani terhadap Dewa Dyonesos serta upacara pesta penyembahan terhadap Dewa Apollo.

Untuk di Indonesia sendiri pertunjukan upacara adat dilakukan sebagai bentuk ibadah pada nenek moyang atau arwah leluhur.

Karena masyarakat Indonesia pada saat itu masih memegang kepercayaan animisme dan dinamisme.

Berbicara mengenai fungsinya sebagai sarana upacara, tidak ada penonton melainkan hanya mereka saja yang terlibat dalam upacara tersebut (pemain sekaligus penonton).

Media Ekspresi

Pada dasarnya seni merupakan wadah atau media dalam mengungkapkan ekspresi dalam diri kita.

Setiap dari kita memiliki ide dan mengekspresikan nya ke dalam berbagai macam bentuk.

Nah untuk sebni teater sendiri berfungsi sebagai media mengekspresikan diri ke dalam bentuk gerakan serta dialog.

Bahkan jika pada drama musikal, tidak hanya gerakan tubuh dan dialog, para pemain juga dapat mengekspresikan dirinya dalam bentuk suara atau nyanyian.

Sarana Pendidikan

Setiap pertunjukan seni teater pasti menyuguhkan cerita yang berbeda dan menarik.

Cerita tersebut bisa dari naskah drama, novel hingga puisi. Para penulis berharap pesan yang terkandung dalam karya tulisnya yang diangkat menjadi sebuah drama atau teater tersampaikan oleh para pemain melalui adegan pementasan drama.

Setiap drama pasti ada pesan moral yang bisa diambil dari cerita tersebut. Itu sebabnya dapat dijadikan sarana pendidikan bagi masyarakat yang menyaksikannya.

Media Hiburan

Seni teater merupakan seni pertunjukan yang menggabungkan berbagai unsur seperti pemain, naskah, properti dan masih banyak lagi dan dapat dinikmati oleh masyarakat selaku penonton.

Setiap penampilan tentunya memerlukan banyak persiapan agar pertunjukan berhasil memuaskan para penontonnya.

Itu sebabnya salah satu fungsi daripada seni teater yaitu sebagai media hiburan.

Karena berbagai adegan yang dipersembahkan menjadi sesuatu yang mampu menghibur para penikmatnya.

Macam-macam Karakter Dalam Seni Teater

Setiap pertunjukan tentu menyuguhkan berbagai adegan dari para pemainnya.

Baik itu adegan yang mencerminkan perilaku buruk maupun sebaliknya yaitu perilaku baik.

Dalam teater, karakter pemain dibagi menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut:

  • Protagonis yaitu pemeran atau tokoh yang memiliki sifat yang baik dan memberikan nilai moral yang baik bagi para penonton.
  • Antagonis yaitu pemeran atau tokoh yang memiliki sifat yang kurang baik atau jahat biasanya dalam sebuah drama bertentangan (musuh) bagi tokoh protagonis.
  • Tritagonis yaitu biasa disebut dengan pemeran pembantu yang muncul dalam cerita untuk membantu kelancaran sebuah cerita dalam drama atau pertunjukan.

Teknik Menulis Naskah Drama

Naskah merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah pertunjukan drama.

Adanya naskah bertujuan agar pertunjukan berjalan secara mulus dan terarah serta menjadikan cerita yang dibawakan lebih jelas.

Dalam menulis naskah drama tidak bisa sembarang. Ada beberapa langkah atau teknik dalam menulis naskah drama, yaitu sebagai berikut:

Menentukan Tema

Langkah awal dalam menulis naskah yaitu menentukan sebuah tema. Karena tema merupakan ide dasar dari cerita yang akan ditampilkan nantinya atau merupakan ide dasar dari keseluruhan naskah drama tersebut.

Tema tersebut yang menentukan inti dari cerita serta pesan apa yang akan disampaikan melalui cerita tersebut kepada para penonton yang menyaksikan pertunjukan drama.

Penulis naskah bebas menentukan tema yang akan dipilih dalam pembuatan naskah misalnya tema cerita tentang romansa, perjuangan, kepemimpinan, persahabatan dan masih banyak lagi.

Menetukan Alur Cerita

Setelah menentukan tema yang akan diangkat dalam cerita drama, langkah berikutnya dalam menulis naskah yaitu menentukan alur cerita.

Rangkaian cerita dari awal sampai akhir yang tersusun secara rinci hingga terbentuk sebuah cerita yang utuh dan jelas disebut dengan alur cerita.

Pada tahap menyusun alur cerita akan terlihat gambaran mengenai cerita tersebut mulai dari masalah ataukonflik yang terjadi dalam ceirta, latar atau tempat kejadian peristiwa, tokoh yang mengisi cerita tersebut (pemeran utama, pemeran pendukung, figuran) beserta karakteristiknya.

Menyusun Adegan

Setelah alur cerita tersusun dengan baik, langkah berikutnya dalam menulis naskah drama yaitu menyusun adegan dalam cerita tersebut yang terbagi dalam setiap babak yang akan ditampilkan.

Adegan tersebut muali dari pembukaan atau pengenalan, munculnya masalah, klimaks hingga akhir penutupan. Dari setiap adegan cerita tersebut dapat diketahui urutan tokoh yang akan tampil.

Menulis Dialog Antar Tokoh

Langkah terakhir dalam menulis naskah drama yaitu membuat dialog. Buat dialog percakapan antar tokoh sesuai dengan alur dan adegan dalam cerita.

Dalam membuat dialog, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut:

  • Karakteristik tokoh: Tokoh yang memiliki karakter antagonis tentu akan menggunakan bahasa yang berbeda dengan tokoh protagonis; Tokoh ibu menggunakan bahasa yang berbeda dengan tokoh sebagai seorang anak kecil, dll.
  • Latar belakang lingkungan tokoh: Tokoh yang berasal dari suku Sunda dengan suku Betawi tentu akan memiliki gaya bahasa yang berbeda.