Tari Merak: Sejarah, Fungsi, Makna, Gerakan Dasar Lengkap

Tari Merak merupakan seni tari tradisional asal kota kembang yakni Bandung, Jawa Barat. Tari Merak ini merupakan bentuk pengembangan dari gaya tarian tradisional Sunda. Jika dilihat dari sejarahnya, Tari Merak diciptakan pada tahun 1955 oleh Rd. Tjetje Somantri dan saat Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955, tarian ini ditampilkan.

Seperti namanya yaitu Tari Merak, tarian ini menggambarkan gerak-gerik burung merak jantan yang melenggak lenggok menarik perhatian burung betina.

Daftar Isi

    Koreografi Tari Merak

    Berikut ini koreografi dalam pertunjukan Tari Merak:

    • Ngalayang beber buntut, trisik;
    • Ngayun soder, trisik;
    • Kiprah merak kuncung, trisik;
    • Keupat merak, trisik;
    • Merak ulin, trisik;
    • Merak ngibing sosoderan, trisik;
    • Geleber merak mentang buntuk, trisik;
    • Gigibrig, kokoer, trisik;
    • Nyaliksik, bibintih, trisik.

    Alat musik tradisional gamelan mengiringi tari Merak Sunda. Kemudian tari merak mengalami perkembangan dari gerakan, kostum, dan koreografi. Tari Merak menjadi kesenian dan saranan pendidikan Sunda. Tari ini menjadi warisan budaya sampai sekarang.

    Sejarah Tari Merak

    tari merak
    Tari Tradisional Jawa Barat: Tari Merak

    Tari Merak merupakan tarian yang diciptakan oleh seniman dan koreografer tari asal daerah Pasundan, Jawa Barat yakni Raden tjetjep Soemantri pada tahun 1955. Terciptanya tarian merak ini terinspirasi dari gerakan-gerakan indah yang dilakukan oleh burung merak saat menarik perhatian lawan jenisnya.

    Secara keseluruhan, tari merak memang menggambarkan kehidupan dan tingkah laku burung merak. Lebih tepatnya seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu menggambarkan perilaku burung merak jantan yang ingin memikat dan mengambil perhatian burung merak betina yaitu dengan cara melebarkan dan memperlihatkan keindahan bulu ekornya.

    Seiring dengan perkembangan zaman, gerakan tari merak mengalami beberapa perubahan, tidak sama seperti gerakan asli saat pertama kali diciptakan.

    Pementasan seni Tari Merak dilakukan oleh dua orang penari secara berpasang-pasangan. Dari dua penari tersebut, setiap penari memiliki perannya masing-masing yaitu penari pertama berperan sebagai burung merak jantan sedangkan penari kedua berperan sebagai burung merak betina.

    Dalam pertunjukkan seni Tari Merak biasanya diiringi dengan alunan musik tradisional yang bernama gending macan ucul. Setiap penari melakukan gerakan sesuai tempo iringan gamelan tersebut.

    Dengan mengikuti tempo alunan musik tersebut, penari melakukan tarian merak dengan gemulai dan mempesona seperti burung merak yang melebarkan bulu ekornya.

    Setiap penari memiliki peranan masing-masing,, yaitu sebagai merak jantan dan merak betina. Setiap gerakan penari diiringi oleh musik tradisional bernama gending macan ucul.

    Tari Merak tidak hanya populer di kalangan masyarakat Jawa Barat saja tapi luar daerah bahkan hingga ke mancanegara karena tariannya yang cukup unik dan mempesona.

    Karakteristik & Ciri Tari Merak

    Setiap tari tradisional pasti memiliki karakteristik dan ciri khas tersendiri. Jika sebelumnya Tari Topeng memiliki ciri khas dari topeng yang digunakan sebagai properti wajib yang dipakai penari, begitu juga dengan Tari Merak.

    Ciri khas dan karakteristik Tari Merak bisa dilihat dari segi gerakan, alunan musik hingga properti yang digunakan. Nah, berikut ini adalah karakteristik dan ciri khas Tari Merak yang membuat tarian ini tampak istimewa dan mempesona, antara lain:

    • Penggunaan kostum atau busana dalam pertunjukkan seni Tari Merak menjadi salah satu karakteristik yang paling menonjol dan menarik dari Tari Merak. Karena kostum yang digunakan layaknya burung merak yang dilengkapi dengan bulu-bulu yang indah. Warna yang digunakan pada bulu biasanya perpaduan warna biru, hijau dan hitam yang menjadi ciri khas warna burung merak. Tidak hanya penggunaan bulu, kostum atau busana Tari Merak juga dilengkapi dengan sepasang sayap yang bisa dikembangkan saat gerakan menari. Untuk bagian kepalanya sendiri terdapat properti seperti mahkota layaknya bagian kepala burung merak.
    • Gerakan penari menjadi salah satu keistimewaan pada Tari merak ini karena gerakan yang dilakukan begitu gemulai mengikuti gerak-gerik seekor burung merak jantan saat mendekati burung merak betina
    • Ciri khas dan karakteristik berikutnya dari Tari Merak yaitu pementasan dilakukan secara berpasang-pasangan untuk menggambarkan interaksi antara burung merak jantan dan burung merak betina.

    Makna dan Filosofi

    Tari tradisional bukan hanya sekedar menampilkan gerakan tanpa makna. Setiap tari tradisional pasti tercipta karena memiliki makna dan filosofi begitu pun dengan Tari Merak.

    Jika ditanya apa makna dan filosofi Tari Merak? Jawabannya mungkin sudah dijelaskan di atas yaitu makna dan filosofi tari merak menggambarkan tingkah laku dan gerak-gerik yang dilakukan burung merak jantan saat mendekati burung merak betina.

    Gerakan, kostum atau busana yang digunakan benar-benar menggambarkan seekor burung merak. Gerakan yang gemulai saat burung merak jantan mendekati burung merak betina hingga kostum bulu warna warni yang menggambarkan ekor burung merak yang indah saat menarik perhatian lawan jenisnya.

    Karena makna dan filosofi Tari Merak yang menggambarkan keagresifan burung merak jantan yang berusaha menarik perhatian lawan jenisnya ini, tarian ini juga menjadi salah satu tarian yang digunakan pada upacara pernikahan dalam menyambut pengantin pria ke pelaminan.

    Gerakan yang dilakukan penari dalam menggambarkan burung merak yang lemah lembut, gemulai, luwes dan tangkas menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton yang menyaksikan pertunjukkan seni tari merak ini.

    Fungsi Tari Merak

    Pertunjukkan Tari Merak tidak hanya dijadikan sebagai hiburan masyarakat saja. Tari Merak juga menjadi salah satu pertunjukkan yang biasa ditampilkan pada acara penyambutan tamu yang datang ke daerah tersebut. Selain fungsi di atas, berikut ini beberapa fungsi Tari Merak, antara lain:

    • Tari Merak menjadi salah satu tarian dari Jawa Barat yang digunakan sebagai tarian penyambutan tamu dalam acara pernikahan
    • Tari Merak juga biasa dilakukan sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu penting
    • Dalam acara pernikahan, Tari Merak digunakan untuk menyambut rombongan pengantin pria menuju ke pelaminan
    • Tari merak menjadi salah satu tari tradisional Jawa Barat yang diperkenalkan di kancah internasional sebagai tarian budaya Indonesia

    Bentuk Penyajian Tari Merak

    Tari Merak merupakan jenis tari kelompok biasanya dilakukan oleh tiga penari atau lebih. Tiap penari memiliki peran masing-masing baik sebagai merak jantan maupun merak betina.

    Macan tutul merupakan sebuah lagu yang dijadikan lagu pengiring dalam pertunjukan tari Merak. Salah satu musik pengiring yang digunakan dalam melakukan tarian Merak yaitu selingan waditra bonang yang dipukul dengan sangat keras pada bagian kayunya. Pada saat penari melakukan gerakan sepasang merak yang sedang bermesraan, biasanya waditra ini dibunyikan.

    Selain gerakannya yang menggambarkan burung merak, salah satu sisi utama lainnya yang ditonjolkan dalam tari merak ini yaitu busananya. Dimana busana atau kostum yang digunakan penari memiliki motif persis seperti bulu burung merak. Yaitu berwarna biru, hijau dan hitam.

    Sepasang sayap dan ekor yang mengembang layaknya burung merak serta hiasan kepala seperti mahkota menjadi aksesoris yang penting yang membuat pertunjukan tari Merak semakin menarik untuk ditonton.

    Kostum & Properti Penari Merak

    kostum tari merak
    Kostum Tari Merak

    Pada pertunjukan tari Merak, banyak hal yang harus dipersiapkan terutama properti, kostum atau busana hingga aksesoris. Karena kostum dan aksesoris yang digunakan oleh penari menjadi salah satu poin penting selain gerakan tarian.

    Dengan penggunaan aksesoris dan kostum yang menyerupai burung merak, tidak hanya membuat pertunjukan ini menjadi lebih menarik tapi juga menyempurnakan koreografi penari karena beberapa gerakan menggunakan kostum serta aksesoris sebagai media yang digerakkan.

    Properti yang digunakan dalam tari Merak dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut:

    Bagian Kepala

    Pada bagian kepala terdapat beberapa properti yang digunakan oleh penari dalam pertunjukan tari Merak, yaitu sebagai berikut:

    Mahkota

    Jika kamu perhatikan bagian kepala dari burung Merak, terdapat jengger yang menyerupai mahkota. Itu sebabnya dalam pertunjukan tari Merak seorang penari menggunakan mahkota agar menyerupai burung Merak. Mahkota yang digunakan dalam tari Merak berupa siger. Siger ini memiliki pernak pernik yang berwarna warni sehingga ketika terkena sorotan lampu akan bersinar dan membuat pertunjukan ini semakin menarik dan memukau.

    Hiasan Telinga

    Pada bagian telinga, seorang penari tari Merak menggunakan aksesoris yang dinamakan sesuping. Sesuping merupakan salah satu hiasan telinga yang biasa digunakan pada kostum pewayangan. Seperti pada bagian mahkota, sesuping memiliki ornamen dan pernik yang akan nampak bersinar saat terkena cahaya.

    Hiasan Sanggul

    Dalam pertunjukan Tari Merak penari yang berperan menjadi burung Merak jantan biasanya menggunakan aksesoris yang bernama garuda mungkur. Garuda mungkur ini dipasang di bagian belakang rambut penari.

    Bagian Badan

    Pada bagian badan penari tari Merak, terdapat tiga macam properti yang digunakan yaitu antara lain:

    Penutup Dada

    Pada bagian badan, setiap penari tarian Merak menggunakan properti pada bagian dada berupa kain. Kain yang digunakan sebagai penutup dada ini mirip dengan kemben. Warna kain kemben yang digunakan penari tidak menentu, biasanya menggunakan warna yang beragam menyesuaikan kebutuhan kostum. Cara menggunakan penutup dada ini yaitu dengan melingkarkan kain kemben pada bagian dada hingga bawah perut penari. Agar tidak merosot digunakan tali pengikat pada bagian kemben tersebut.

    Penutup Leher (Apok)

    Selain penutup dada, penari tari Merak juga menggunakan penutup leher yang disebut dengan apok. Apok memiliki bentuk layaknya kalung namun memiliki ukuran yang lebih besar, panjang dan melingkar menutupi leher hingga dada. Apok memiliki motif yang beragam dan terlihat indah menambah menarik dan mempercantik kostum tari Merak. Penggunaan apok ini bertujuan untuk mempermudah penari dalam melakukan gerakan tari.

    Sayap

    Karena kostum tari Merak menyerupai burung Merak tentu saja salah satu aksesoris yang menjadi bagian kostum yaitu sayap. Aksesoris sayap ini menjadi ciri khas dari kostum tari Merak ini. Sayap pada kostum tari Merak menggunakan kain yang dibentuk menyerupai sayap. Layaknya sayap burung Merak yang menawan, aksesoris sayap pada kostum tari Merak dibuat dengan warna-warni yang indah. Pada bagian ini penari juga menggunakan sabuk untuk menutupi bagian sampur dan pinggang.

    Bagian Bawah

    Kostum tari Merak yang digunakan penari untuk bagian bawah berupa rok. Motif rok yang digunakan tentu saja disesuaikan dengan warna aksesoris lain pada bagian atas agar tampak serasi dan indah. Pada bagian rok ini juga diaplikasikan pernak-pernik agar semakin menyerupai bulu burung Merak yang terlihat menawan. Selain rok, pada bagian kaki penari juga menggunakan gelang serta mengenakan kelat bahu sebagai aksesoris pendukung.

    Gerakan Dasar Tari Merak

    Tari Merak memiliki gerakan dasar meliputi gerakan tangan, kaki, kepala serta campuran. Jika kamu ingin menguasai dan membawakan tarian Merak ini, gerakan dasar tari Merak ini harus kamu pahami dan kuasai. Berikut ini gerakan dasar Tari Merak yaitu sebagai berikut:

    Gerakan Dasar Kepala

    Gerakan dasar kepala dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:

    Galier

    Gerakan dasar kepala tari Merak yang pertama yaitu gerakan kepala yang disebut dengan Galier. Gerakan dasar galier ini dilakukan dengan cara memutar kepala ke arah kanan, kiri, depan dan juga belakang.

    Gilek

    Gerakan dasar kepala pada tari merak berikutnya disebut Gilek. Gilek yaitu gerakan dasar tari Merak yang dilakukan oleh penari dengan cara menggelengkan kepala ke kanan dan kiri.

    Gerakan Dasar Tangan

    Gerakan dasar tangan dibagi menjadi beberapa jenis gerakan yaitu sebagai berikut:

    Ukel

    Ukel merupakan gerakan dasar tari Merak pada bagian tangan. Gerakan ukel tersebut dilakukan oleh penari dengan cara memutar tangan secara luwes menyesuaikan irama musik pengiring.

    Selut

    Gerakan dasar tangan berikutnya pada tari Merak yaitu selut. Selut dilakukan dengan cara menggerakan tangan ke kanan dan ke kiri secara bersamaan dengan gerakan tangan mendorong ke depan atau ke atas secara bergantian menyesuaikan irama musik pengiring.

    Tepak Bahu

    Saat melakukan gerakan bahu, seorang penari diharuskan melakukan gerakan tangan dengan cara menepuk bahu dengan salah satu tangannya. Posisi tangan pada gerakan dasar ini yaitu bersilang dalam dua putaran tangan.

    Capang

    Gerakan capang merupakan gerakan dasar pada tari merak yang dilakukan oleh penari dengan cara menekuk satu tangan.

    Nyawang

    Kata nyawang memiliki arti melihat. Gerak dasar nyawang ini merupakan gerakan isyarat tangan yang dilakukan oleh penari untuk menunjukkan kepada penonton bahwa penari tersebut sedang melihat jauh ke depan.

    Lontang (Kanan / Kiri)

    Gerakan dasar tangan lontang kanan dan lontang kiri merupakan gerakan dasar tari merak yang dilakukan dengan cara menggerakkan kedua tangannya secara bergantian.

    Gerakan Dasar Kaki

    Pada gerakan dasar tari merak bagian kaki dibagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut:

    Duduk Deku

    Gerakan dasar kaki duduk deku dilakukan oleh penari dengan cara bersila yaitu melipat kakinya ke bawah.

    Seser

    Seser atau menggeser merupakan gerakan dasar kaki pada tari merak yaang dilakukan penari dengan menggeserkan kaki nya ke kanan dan juga ke kiri.

    Sirig

    Gerakan dasar kaki berikutnya pada tari merak yaitu Sirig. Sirig dilakukan oleh penari merak dengan cara menggoyangkan kedua kaki secara bersamaan.

    Gerakan Dasar Campuran

    Gerakan dasar campuran merupakan gabungan antara gerakan dasar kepala, tangan dan kaki yang dilakukan secara bersamaan oleh penari merak. Saat melakukan gerakan campuran ini, tangan dan kaki yang berbeda bergerak secara bersamaan (tangan kanan dengan kaki kiri dan sebaliknya) atau dengan kata lain gerakan tersebut dilakukan secara menyilang.

    Pola Lantai Tari Merak

    Selain pola dasar tari merak, dalam pertunjukan tari merak terdapat beberapa pola lantai. Dari beberapa pola lantai tari merak tersebut terdapat dua pola yang digunakan pada tari merak yaitu pola garis lurus dan pola garis lengkung.

    Pola-pola ini yang akan menjadikan beberapa bentuk gerakan seperti bentuk segitiga, segi empat, zigzag, hingga huruf V dan variasi lainnya dengan pola garis. Sedangkan untuk pola garis lengkung biasanya membentuk tarian merak pada gerakan seperti bentuk spiral, angka delapan hingga lengkungan luar.

    Keunikan Tarian Merak

    Salah satu tari tradisional yang memiliki banyak keunikan salah satunya yaitu Tari Merak. Beberapa keunikan dari Tari Merak yaitu sebagai berikut:

    • Hal unik pertama yang sangat menonjol dari Tari Merak yaitu kostum penari. Kostum Tari Merak terlihat unik karena mirip dengan burung Merak dimana burung merak merupakan salah satu burung yang memiliki bulu yang sangat indah baik dari bentuk maupun warna. Begitupun dengan kostum penari Merak, menggunakan properti bulu, pernak-pernik hingga mahkota agar menyerupai burung Merak.
    • Keunikan berikutnya dari Tari Merak yaitu tentu saja gerakan tarian nya. Gerakan pada Tari Merak terinspirasi dari gerak gerik hewan yaitu burung merak saat menarik perhatian lawan jenisnya. Tentu saja gerakan tariannya terlihat begitu unik.
    • Alunan musik menjadi salah satu keunikan berikutnya dari Tari Merak. Dibeberapa bagian tari merak, terdapat alunan musik bonang yang keras dan pada saat itu penari melakukan gerakan tarian yang menunjukkan burung merak yang bermesraan.
    • Iringan lagu macan tutul menjadi salah satu keunikan lain dari Tarian Merak